Materi Kimia SMA Kelas Xl-SISTEM KOLOID

 Sistem Koloid: Pengertian, Jenis, Sifat Dan Cara Pembuatannya


            Eva yakin bahwa dia pernah memakan es krim, mayones agar – agar, dan juga meminum susu. Tahukah Kamu bahwa makanan – makanan tersebut berbeda jenis dengan minuman seperti air putih, teh, dan kopi? 

Es krim, mayones agar – agar, dan susu termasuk ke dalam senyawa koloid.

           Pada pembahasan ini, Eva akan menemukan penjelasan mengenai sistem koloid atau yang selanjutnya dapat disebut sebagai koloid dari pengertian, sifat, macam – macam dan juga cara untuk membuat sistem koloid.


Pengertian Sistem Koloid

     Nah....dalam ilmu Kimia, dikenal adanya sistem dispersi. Sistem dispersi ini adalah bila suatu zat dicampurkan dengan zat lain, maka akan terjadi penyebaran secara merata dari suatu zat satu ke dalam zat lain. Sehingga berdasarkan urutan partikelnya, sistem dispersi dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu:

1. Suspensi merupakan campuran yang dapat dibedakan antara zat pelarut dan zat terlarut hingga dapat dilihat dengan mata telanjang.

2. Koloid adalah sistem dispersi dengan ukuran partikel yang lebih besar dari larutan tapi lebih kecil dari suspensi, dengan ukuran partikel antara 1nm-100nm hingga hanya bisa diamati dengan mikroskop, dengan tingkat pembesaran yang tinggi.

3. Larutan adalah sistem dispersi dengan ukuran partikel yang sangat kecil, hingga tidak diamati antara partikel pendispersi dengan partikel terdispersi meskipun dengan menggunakan mikroskop dengan tingkat pembesaran yang tinggi.


JENIS-JENIS KOLOID

1.Aerosol  adalah sistem koloid dari partikel padat atau cair yang berdispersi dalam gas.

·              Contoh aerosol padat            : asap dan debu dalam udara

·              Contoh aerosol cair               : kabut dan awan

2. Sol  adalah sistem koloid dari partikel padat yang terdispersi dalam zat cair disebut sol. Contoh : sol     sabun, cat dll

3. Emulsi adalah sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat cair.                         

·                Contoh  emulsi minyak dalam air : santan, susu dll

·                Contoh emulsi air dalam minyak  : mentega, mayonaise dll

4. Buih adalah sistem koloid dari gas yang terdispersi dalam zat cair, buih digunakan pada pengolahan     bijih logam.

5. Gel adalah koloid yang setengah padat dan setengah cair. Contohnya, agar-agar, selai dll.


SIFAT-SIFAT KOLOID

    Nah kali ini selanjutnya yang kita bahas yaitu Sifat-sifat dari koloid tersebut, berikut sifat-sifat dari koloid tersebut:

1.Efek Tyndall adalah gejala penghamburan berkas sinar oleh partikel-partikel koloid. Hal ini disebabkan ukuran molekul koloid yang cukup besar. Efek Tyndall adalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena cahaya.

Dari gambar diatas bisa di lihat bahwa Efek Tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid. Ketika berkas cahaya diarahkan ke larutan, cahaya tersebut akan diteruskan sehingga kita tidak bisa melihatnya. Kenapa? Hal ini dikarenakan larutan bersifat homogen. Di sisi lain, ketika berkas cahaya diarahkan ke partikel-partikel koloid dan suspensi, berkas sinar akan dihamburkan sehingga jejaknya dapat terlihat.


2. Gerak Brown adalah gerakan partikel-partikel koloid yang senantiasa bergerak lurus namun tidak menentu. Pergerkan ini dinamakan gerak brown. Semakin kecil ukuran partikel koloid, semakin cepat gerak brown yang terjadi dan sebaliknya. Gerak brown juga dipengaruhi oleh suhu, semakin tinggi suhu koloid, maka semakin besar energi kinetik yang dimiliki partikel-partikel medium pendispersinya. Akibatnya, gerak brown dari partikel-partikel fase terdispersinya semakin cepat. Dan sebaliknya, serta gerak brown membuat koloid menjadi stabil.

    Terlihat dari gambar di atas bahwa ada partikel yang bergerak secara acak, gerak tidak beraturan dari partikel koloid yang menyebabkan koloid tetap stabil, homogen dan tidak mengendap.


3. Adsorbsi adalah peristiwa penyerapan partikel atau ion atau senyawa lain pada permukaan partikel koloid yang disebabkan oleh luasnya permukaan partikel.




4. Koagulasi Koloid adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Koagulasi terjadi karena kerusakan stabilitas system koloid atau karena penggabungan partikel koloid yang berbeda muatan. Proses Koagulasi dalam kehidupan sehari-hari terjadi pada : perebusan telur, perebusan Tahu, pembuatan lateks, proses penjernihan air, pembentukan delta di muara sungai Pengolahan asap atau debu.


5. Elektroforesis adalah peristiwa pemisahan partikel koloid yang bermuatan dengan menggunakan arus listrik.


CARA PEMBUATAN KOLOID

1. Cara Kondensasi

·        Dilakukan dengan cara menggabungkan atau mengumpulkan molekul atau ion dari

larutan sejati menjadi partikel koloid

·        Dapat dilakukan melalui : Reaksi Redoks, Reaksi Hidrolisis, Reaksi Penggaraman

2. Cara Dispersi

·         Proses mengubah partikel kasar menjadi partikel koloid.

·   Dilakukan melalui : Cara mekanik (penggerusan), cara peptisasi (penambahan ion sejenis dalam endapan), cara busur bredig (cara listrik)

B  Berikut Penjelasan Singkat Tentang Sistem Koloid :



Sekian dan Terima Kasih

 








Komentar

Posting Komentar